Posts Tagged ‘solaris’
Script TCP port and PID on Solaris
Untuk menemukan PID dari port yang kita inginkan bisa dengan menggunakan script porting. Copy dan simpan dalam extension “.sh”. Letakkan di folder /usr/sbin/ dan /usr/bin agar menjadi absolut path jika anda belum paham apa itu absolut path dan relative path silahkan tanya sama si mbah google karena saya tidak akan menjelaskannya disini
:
bash-3.00# cp porting.sh /usr/sbin/
bash-3.00# cp porting.sh /usr/bin/
Ubah permision script porting.sh dengan chmod a+x atau agar lebih secure gunakan option u+x agar super user saja yang bisa menggunakan script ini.
bash-3.00# chmod a+x /usr/bin/porting.sh
bash-3.00# chmod a+x /usr/sbin/porting.sh
Oya rename saja script porting.sh menjadi porting agar lebih enak di pandang
bash-3.00# mv /usr/bin/porting.sh /usr/bin/porting
bash-3.00# mv /usr/sbin/porting.sh /usr/sbin/porting
Sekarang bagaimana command agar kita bisa menggunakan script ini, yang pertama dengan port yang kita inginkan misal port 22 :
bash-3.00# porting -p 22
PID Process Name and Port
_________________________________________________________
461 /usr/lib/ssh/sshd 22
sockname: AF_INET6 :: port: 22
_________________________________________________________
16055 /usr/lib/ssh/sshd 22
sockname: AF_INET6 ::ffff:124.195.15.220 port: 22
_________________________________________________________
16056 /usr/lib/ssh/sshd 22
sockname: AF_INET6 ::ffff:124.195.15.220 port: 22
_________________________________________________________
4558 /usr/lib/ssh/sshd 22
sockname: AF_INET6 ::ffff:124.195.15.220 port: 22
_________________________________________________________
4559 /usr/lib/ssh/sshd 22
sockname: AF_INET6 ::ffff:124.195.15.220 port: 22
Nah kalau untuk list semua ya tinggal seperti ini :
bash-3.00# porting -a
PID Process Name and Port
_________________________________________________________
287 /usr/lib/nfs/statd
sockname: AF_INET 0.0.0.0 port: 0
_________________________________________________________
324 /usr/lib/inet/inetd
sockname: AF_INET6 :: port: 7100
sockname: AF_INET6 :: port: 513
sockname: AF_INET6 :: port: 23
sockname: AF_INET6 :: port: 21
sockname: AF_INET6 :: port: 79
sockname: AF_INET 0.0.0.0 port: 514
sockname: AF_INET6 :: port: 514
sockname: AF_INET 0.0.0.0 port: 6112
sockname: AF_INET6 :: port: 6481
sockname: AF_INET 0.0.0.0 port: 6481
_________________________________________________________
369 /usr/sadm/lib/smc/bin/smcboot
sockname: AF_INET 127.0.0.1 port: 5987
sockname: AF_INET 127.0.0.1 port: 898
sockname: AF_INET 127.0.0.1 port: 5988
Yuk Main Game Solaris vs Linux
Stress bekerja di depan komputer, malah jadi pengen main game. Ini game dapat link dari Agus – bisa aja lu gus dapat link kayak gni -
Nah akhirnya kucoba dan setelah beberapa menit main, hasilnya keluar dan jreng jreng aku katanya 50% Solaris 50% Linux. Haxhaxhax

Nih link nya bagi yang mau nyoba gamenya …
http://www.systemheroes.co.uk/solarisvslinux/
Sejarah Open Solaris
Sejarah Opensolaris dari berbagai sumber memang tak lepas dari sejarah UNIX pada mulanya. Pada tahun 1969, Ken Thompson di Lab AT&T Bell menulis versi pertama dari sistem operasi UNIX. UNIX dari awal memang dirancang untuk multitasking dan multiuser dengan interaktif shell yang masih terlihat akrab untuk pengguna UNIX dan Linux sampai hari ini. Selama beberapa tahun, Ken Thompson dan Dennis Ritchie terus menyempurnakan UNIX, yang umumnya digunakan di dalam Lab AT&T Bell. Namun, pada pertengahan akhir tahun 1970-an, UNIX versi 6 dan 7 didistribusikan cukup banyak dan digunakan di berbagai instansi pemerintah dan akademik, termasuk Universitas California di Barkeley. Karena licensi nya yang ringan pada awal versi AT&T’s UNIX, organisasi lainnya secara signifikan mulai mengubah dan ikut meningkatkan sistem operasi tersebut. Project inilah yang menyebabkan beberapa cabang utama UNIX, dan yang paling relevan dengan Opensolaris adalah keluarga BSD (Barkeley Software Distribution).
Pada tahun 1978, Bill Joy dan rekan-rekannya di Berkeley menambahkan virtual memory, demand paging, dan lain-lain untuk UNIX Versi 7 untuk menciptakan sebuah versi UNIX yang disebut 3BSD. Joy dan rekan-rekannya terus meningkatkan BSD UNIX selama beberapa tahun, menambahkan TCP / IP networking, C shell, editor VI, dan fitur penting lainnya.
Pada tahun 1982, Bill Joy mendirikan Sun Microsystems dan pada 1984 telah menggunakan UNIX BSD sebagai dasar bagi sistem operasi SunOS yang dijalankan di Sun workstation. Sementara itu, AT & T terus mengembangkan lini UNIX, yang biasa disebut System V, dan perusahaan lain mengembangkan distro mereka sendiri, seperti Microsoft Xenix (yang kemudian menjadi SCO UNIX).
Pada akhir tahun 1980-an, Sun dan AT & T mulai mengerjakan sebuah proyek bersama untuk remerge beberapa varian populer UNIX untuk menciptakan System V Release 4. Hasilnya, selesai pada tahun 1990, berisi fitur terbaik dari AT & T’s sebelumnya System V Release 3, Sun SunOS, 4.3BSD, dan Xenix 5, termasuk dukungan TCP / IP, Network File System (NFS), Unix File System (UFS), dan Virtual File System (VFS) interface. Selain itu, System V Release 4 (SVR4) benar-benar dipenuhi standar Portable Operating System Interface (POSIX), yang mendefinisikan pemrograman aplikasi interface, utilitas, dan aspek-aspek lain dari sistem operasi. Secara teori, sebuah program POSIX interface ditulis untuk dapat berjalan pada POSIX-compliant sistem operasi. Pada tahun 1992, SVR4 menjadi dasar dari Sun sistem operasi baru, Solaris 2.0.
Sejak itu, Sun terus-menerus memperkuat Solaris dengan fitur seperti kernel lab pengalokasi memori, multithreaded kernel dan dukungan proses multithreaded, kernel 64-bit dan banyak lainnya. Rilis terbaru Solaris, Solaris 10, memperkenalkan beberapa fitur baru yang menarik seperti dynamic tracing facility (DTrace), Service Management Facility (SMF), zone, dan ZFS file system.
Pada tahun 2005, Solaris menjadi sistem operasi proprietary pertama yang mau merilis versi opensource. Source code yang terbuka pada dasarnya adalah source untuk Solaris 10, yang telah pertama kali dirilis sekitar lima bulan sebelumnya. Sejak saat itu, beberapa pengembangan aktif di OpenSolaris telah backported dan dirilis di Solaris 10 pembaruan. Sangat penting untuk dicatat bahwa backports dari fitur OpenSolaris ke Solaris 10 hanya dapat dilakukan oleh Sun Solaris 10 karena sumber kode ini tidak open source.
Reference : Opensolaris Bible
Cara Install Openoffice di Opensolaris
Untuk menginstall openoffice di opensolaris caranya gampang saja (kalau tahu, hehe). Biar gak lupa aja, saya kembali menulis tutorial ini di blog saya. Oke untuk lebih detil akan saya bahas dibawah.
Ada 2 cara untuk menginstall open office di opensolaris yang akan saya tulis disini, yang pertama jika anda mempunyai koneksi internet dengan baik maka kita cukup install open office di open solatis via GUI or console, kl lewat gui ya tinggal buka packet manager di System->Administration, lalu pilih sesi office dan tinggal check trus Install. Tapi sebelum install openoffice maka SUNWgcc harus sudah terinstall terlebih dahulu, gampang cara install open office di opensolaris yang lewat gui.
Trus kalo cara install openoffice di opensolaris yang lewat console tinggal ketik perintah:
# pkg install openoffice
Trus kalo kita tidak terkoneksi dengan internet tidak usah khawatir, anda bisa download di www.openoffice.org pilih untuk solaris x86, kalo sudah download oke tinggal kita ketik perintah:
# tar zxvf OOo_3.0.0_Solarisx86_install_wJRE_en-US.tar
trus masuk ke directory untar, trus ketik perintah dibawah ini untuk menginstall open office
# chmod +x setup
# pfexec ./setup
Talk more Do more




.
.
.
![Siena IV (The Tuscany Series) [Explore] Siena IV (The Tuscany Series) [Explore]](http://static.flickr.com/7083/7320391910_8e527775a2_t.jpg)
