Lukman Prihandika Blog's

Nrimo ing pandum, urip wis ono sing ngatur

Keutamaan Sholat Tarawih

leave a comment »

Dari Ali bin Abi Tholib ra. Bahwa dia berkata: Nabi Muhammad saw ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan ramadhan. Kemudian beliau bersabda: “Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya”

Dan pada malam ke 2, ia diampuni dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya Mukmin.

Dan pada malam ke 3, seorang malaikat berseru dari bawah Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”

Pada malam ke 4, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al Furqon.

Pada malam ke 5, Allah Ta’ala memberinya pahala seperti pahala orang shalat di Masjid Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsha.

Pada malam ke 6, Allah Ta’ala memberinya pahala orang yang berhawab di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Pada malam ke 7, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa as, dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.

Pada malam ke 8, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim as.

Pada malam ke 9, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana ibadatnya Nabi Muhammad SAW.

Pada malam ke 10, Allah Ta’ala memberikan karunia baginya dengan kebaikan dunia dan akhirat.

Pada malam ke 11, ia keluar dari dunia seperti saat Ia dilahirkan dari perut ibunya.

Pada malam ke 12, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Pada malam ke 13, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap keburukan.

Pada malam ke 14, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa dia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Pada malam ke 15, ia dido’akan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) ‘Arsy dan Kursi.

Pada malam ke 16, Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk kedalam surga.

Pada malam ke 17, ia diberi pahala seperti pahala para Nabi.

Pada malam ke 18, seorang malaikat menyeru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu”.

Pada malam ke 19, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam syurga firdaus.

Pada malam ke 20, Allah memberi pahala para syuhadat (orang-orang yang mati syahid dan sholihin).

Pada malam ke 21, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Pada malam ke 22, ia datang pada hai kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

Pada malam ke 23, Allah membangun untuknya sebuah kota dalam syurga.

Pada malam ke 24, ia memperoleh dua puluh empat do’a yang dikabulkan.

Pada malam ke 25, Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab kubur.

Pada malam ke 26, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

Pada malam ke 27, ia dapat melewati Shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Pada malam ke 28, Allah mengankat baginya seribu derajat dalam syurga.

Pada malam ke 29, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

Pada malam ke 30, Allah berfirman: “Hai hamba-ku, makanlah buah-buahan syurga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar, akulah Tuhanmu, dan engkau hambaku-Ku”

Written by brokenz1

August 22, 2009 at 4:09 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: