Lukman Prihandika Blog's

Nrimo ing pandum, urip wis ono sing ngatur

Aplikasi Teknologi Seluler

with 2 comments

Ada beberapa teknologi tanpa kabel untuk teknologi seluler yang satu ini, diantaranya adalah:

CDMA (Code Division Multiple Akses) menggunakan teknologi spread-spectrum untuk mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwitdh yang lebar (1,25 MHz). Teknologi ini asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik daripada kanal atau frekuensi RF.

AMPS (Advanced Mobil Phone Service) merupakan teknologi analog yang menggunakan FDMA (Frekuensi Domain Multiple Akses) untuk membagi-bagi bandwidth radio yang tersedia kepada sejumlah kanal diskrit yang tetap. Dengan AMPS, bandwidth 1,25 MHz yang diberikan untuk penggunaan selular menjadi kanal dengan lebar 30 KHz, masing-masing hanya dapat melayani satu subscriber pada satu waktu. Satu subscriber mengakses sebuah kanal maka tidak satupun kanal lainnya dapat mengakses kanal tersebut sampai panggilan pertama itu berhenti atau handed-off ke BS (base station) lainnya.

TDMA (Time Division Multiple Akses) merupakan sebuah teknologi digital, sama halnya yaitu dengan membagi-bagi spektrum yang tersedia kepada sejumlah kanal diskrit yang tetap, meskipun masing-masing kanal merepresentasikan time slot yang tetap daripada band frekuensi yang tetap. Sebagai contoh yang mengimplementasikan teknologi TDMA adalah GSM, yang membagi carriers dengan lebar 2300 KHz menjadi delapan time division kanal. GSM (Global System for Mobile) adalah teknologi yang berbasis TDMA.

UMTS (Universal Mobile Telecomunication Akses) merupakan salah satu sistem generasi ketiga yang dikembangkan di Eropa. Dirancang sehingga dapat menyediakan bandwidth sebesar 2 Mbits/s. Layanan yang dapat diberikan UMTS diupayakan dapat memenuhi permintaan pemakai dimanapun berada, artinya UMTS diharapkan dapat melayani area yang seluas mungkin, jika tidak ada cell UMTS pada suatu daerah dapat di route kan melalui satelit. Frekuensi radio yang dialokasikan untuk UMTS adalah 1885-2025 MHz. Pita tersebut akan digunakan oleh cell yang kecil (pico cell) sehingga dapat memberikan kapasitas yang besar pada UMTS.

Written by brokenz1

August 26, 2009 at 9:31 pm

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. […] https://brokenz1.wordpress.com/2009/08/26/aplikasi-teknologi-seluler/ Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. Umpan RSS komentar […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: